Kemiskinan Sebagai Pemicu Konflik Sosial

Kemiskinan Sebagai Pemicu Konflik Sosial

Oleh: Lilik Aulia



Kemiskinan merupakan salah satu masalah sosial yang sulit untuk diatasi. Kemiskinan dapat menyebabkan berbagai masalah seperti pertentangan dan kekerasan.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2023 adalah sebesar 25,9 juta orang, atau 7,62 persen dari total penduduk. Jumlah ini menurun 182,39 ribu orang dibandingkan September 2022 dan menurun 3,89 juta orang dibandingkan Maret 2022. Penyebab kemiskinan di indonesia terbagi menjadi dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang berasal dari dalam masyarakat, seperti rendahnya tingkat pendidikan, rendahnya produktivitas kerja, dan tingginya tingkat kriminalitas. Faktor eksternal yang berasal dari luar masyarakat, seperti bencana alam, dan perubahan iklim.


Kemiskinan dapat menjadi pemicu konflik sosial karena beberapa hal seperti kemiskinan dapat menyebabkan perasaan marah dan dendam pada masyarakat dimana perasaan ini dapat mendorong masyarakat miskin untuk melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum seperti kriminalitas dan kerusuhan. Dan meningkatnya kriminalitas yaitu dimana masyarakat miskin yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya dapat terdorong untuk melakukan tindakan kriminal, seperti pencurian, perampokan, dan kekerasan. Tindakan ini dapat menimbulkan konflik dengan masyarakat lain.


Untuk mengatasi permasalahan kemiskinan sebagai pemicu konflik sosial diperlukan upaya-upaya dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Adapun upaya nya sebagai berikut : 

1. Pemerintah perlu meningkatkan pembangunan ekonomi dan pemerataan pendapatan. Pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dapat meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat, sehingga dapat mengurangi kemiskinan. Pemerataan pendapatan dapat dilakukan melalui berbagai kebijakan, seperti pemberian subsidi, bantuan sosial, dan peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan dan kesehatan.

2. Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam pembangunan. Masyarakat perlu meningkatkan keterampilan dan produktivitas kerja, sehingga dapat meningkatkan pendapatan mereka. Masyarakat juga perlu berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan sosial untuk mengurangi kesenjangan sosial.

3. Peningkatan kualitas pendidikan. Pendidikan yang berkualitas dapat meningkatkan keterampilan dan produktivitas masyarakat. Hal ini dapat membantu masyarakat miskin untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan meningkatkan pendapatannya.

Komentar