Dampak Buruk Penggunaan AI Bagi Mahasiswa

“Dampak Buruk Penggunaan AI Bagi Mahasiswa”

Oleh: Nurhadini

 

Artificial Intelligence (AI) / kecerdasan buatan adalah merujuk pada kemampuan mesin atau sistem komputer untuk melakukan tugas-tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia. AI mencakup berbagai jenis teknologi dan pendekatan yang dirancang untuk membuat mesin mampu memahami, belajar, dan beradaptasi dengan situasi yang berbeda.


Ada dua jenis utama AI yaitu, AI yang lemah (Weak AI atau Narrow AI), AI jenis ini dirancang untuk melakukan tugas-tugas spesifik atau tugas terbatas tertentu, contohnya seperti, sistem penerjemah bahasa, program deteksi wajah pada kamera untuk keamanan. Sedangkan jenis AI yang kuat adalah Strong AI atau General AI, AI jenis ini mencakup kemampuan untuk memahami, belajar dan melakukan tugas-tugas yang sebagaimana dilakukan manusia. 


Penggunaan AI dalam Pendidikan memiliki potensi untuk meningkatkan pembelajaran, namun penggunaan yang tidak tepat juga dapat menimbulkan dampak negatif, salah satunya adalah membuat mahasiswa menjadi malas untuk berpikir kritis. Ada beberapa alasan yang membuat mahasiswa malas berpikir kritis yaitu, AI dapat memberikan jawaban yang lebih instan dan mudah, contohnya yang paling popular saat ini adalah ChatGpt. Selanjutnya alasan yang kedua adalah AI dapat membuat mahasiswa merasa tidak perlu untuk memahami materi secara mendalam, mereka hanya perlu mengetahui AI untuk mendapatkan jawaban yang mereka butuhkan. kemudian alasan yang terakhir adalah AI dapat menyebabkan mahasiswa menjadi terlalu bergantung kepada teknolgi. Mereka akan kesulitan berpikir untuk kritis dan menyelesaikan masalah secara mandiri jika ada AI yang membantu mereka.


Untuk mengatasi dampak negatif penggunaan AI, penting bagi dosen dan mahasiswa untuk memahami potensi risiko yang ada. Dosen perlu memberikan bimbingan dan motivasi kepada mahasiswa untuk tetap berpikir kritis dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis mereka, mahasiswa juga perlu menyadari risiko penggunaan AI dan berusaha untuk menghindarinya. Selain itu, dosen juga perlu memberikan tugas dan pertanyaan yang mengharuskan mahasiswa untuk berpikir kritis dengan tidak boleh bermain gadget pada saat dosen menjelaskan maupun memberikan tugas atau pertanyaan, sehingga mahasiswa mau tidak mau akan berpikir kritis. Selanjutnya poin yang paling penting adalah mahasiswa harus membiasakan diri untuk bertanya dan berdiskusi dengan dosen dan teman sekelas, dan banyak-banyak membiasakan diri untuk membaca buku, hal ini akan membantu mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis mereka. 


Jadi pentinglah bagi mahasiswa untuk membatasi diri agar tidak menggunakan AI secara berlebihan untuk mengerjakan segala macam tugas, karena dengan menggunakan AI yang berlebihan akan banyak mendapatkan dampak negatif, dan gunakanlah AI sebagai alat bantu bukan pengganti pembelajaran.

Komentar